A. Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang dengan Menggunakan Sistem Hidrolik
Seiring dengan perkembangan proyek konstruksi, banyak alat-alat yang diciptakan dan dkembangkan untuk membantu dan mempermudah aktivitas pengerjaan proyek tersebut. Alat tidak lagi sepenuhnya menggunakan tenaga manusia, tetapi manusia hanya menjadi bagian untuk proses pengoperasian alat tersebut.

Salah satu alat yang umumnya dipakai pada proyek bangunan tinggi adalah alat pancang untuk pengerjaan pondasi. Pondasi tiang pancang (pile foundation) adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu.

Tiang pancang bentuknya panjang dan langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam. Bahan utama dari tiang adalah kayu, baja (steel), dan beton. Tiang pancang yang terbuat dari bahan ini adalah dipukul, di bor atau di dongkrak ke dalam tanah dan dihubungkan dengan Pile cap (poer). Tergantung juga pada tipe tanah, material dan karakteristik penyebaran beban tiang pancang diklasifikasikan berbeda – beda.

Tiang Pancang Hidrolik mempunyai 4 buah kaki yang terdiri dari 2 buah kaki terletak di bagian luar (rel besi berisi air) dan 2 kaki pada bagian dalam yang semuanya digerakkan secara hidrolis. Cara Kerja alat ini secara garis besar adalah sebagai berikut :

• Langkah 1
Tiang Pancang diangkat dan dimasukkan perlahan ke dalam lubang pengikat tiang yang disebut grip, kemudian sistem jack – in akan naik dan mengikat atau memegangi tiang tersebut. Ketika tiang sudah dipegang erat oleh grip, maka tiang mulai ditekan.

• Langkah 2
Alat ini memliki ruang kontrol/kabin yang dilengkapi dengan oil pressure atau hidraulic yang menunjukkan pile pressure yang kemudian akan dikonversikan ke pressure force dengan menggunakan tabel yang sudah ada.

• Langkah 3
Jika grip hanya mampu menekan tiang pancang sampai bagian pangkal lubang mesin saja, maka penekanan dihentikan dan grip bergerak naik ke atas untuk mengambil tiang pancang sambungan yang telah disiapkan.
Tiang pancang sambungan (upper) kemudian diangkat dan dimasukkan ke dalam grip. Setelah itu sistem jack – in akan naik dan mengikat atau memegangi tiang tersebut. Ketika tiang sudah dipegang erat oleh grip, maka tiang mulai ditekan mendekati tiang pancang 1 (lower). Penekanan dihentikan sejenak saat kedua tiang sudah bersentuhan. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan penyambungan ke dua tiang pancang dengan cara pengelasan.

• Langkah 4
Untuk menyambung tiang pertama dan tiang kedua digunakan sistem pengelasan. Agar proses pengelasan berlangsung dengan baik dan sempurna, maka ke dua ujung tiang pancang yang di beri plat harus benar-benar tanpa rongga. Pengelasan harus dilakukan dengan teliti karena kecerobohan dapat berakibat fatal., yaitu beban tidak tersalur sempurna.

About these ads